Rabu, 05 Oktober 2011

Review WVSE untuk Mading BARUGA KOSMIK

“Hidup terkadang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan... Kalimat yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Nuna R. Mirja, bekerja sebagai pegawai swalayan padahal bercita-cita menjadi penulis. Nuna menyebutnya sebagai "pelencengan rencana hidup".

Berkali-kali menerima penolakan dari berbagai penerbit atas naskahnya sudah cukup menjadi alasan Nuna untuk melupakan cita-citanya. Hingga ia menerima surat dari salah satu penerbit yang menyatakan naskahnya layak untuk diterbitkan. Sepucuk surat yang membuat Nuna berpikir hidupnya akan mulai berjalan sesuai rencana.

Sayangnya dia salah. Ini justru awal dari berbagai pelencengan rencana hidup lainnya. Mulai dari mendapat editor yang sangat menyebalkan untuk naskahnya. Bertemu kembali dengan cinta pertamanya, sosok sempurna yang selalu membuatnya patah hati, setiap kali ia menyadari perasaannya takkan pernah tersampaikan. Hingga kehilangan orang yang begitu penting dalam hidupnya, yang mengharuskannya berusaha lebih keras di antara dilema cinta yang datang tak terduga”

Diatas adalah sepenggal synopsis pendek dari sebuah buku berjudul WRITER VS EDITOR. Buku yyang pada tahun 2011 diluncurkan ini, adalah karya ke-2 dari seorang penulis cewek, Ria N. Badaria. Dia adalah salah seorang penulis yang cukup diperhitungkan sejak kemenangannya pada tahun 2009 kemarin sebagai Penulis muda berbakat tahun 2009 pada penghargaan Khatulistiwa Literary Award berkat buku pertamanya yang berjudul FORTUNATA.

Awalnya saya membaca buku ini setelah diberitahukan oleh teman saya, bahwa karya terbaru dari Ria N. badaria sudah ada di Gramedia. Maka saat itu juga saya ingin bergegas membelinya, namun teman saya melarang untuk membeli sebab dia ingin meminjamkan saya buku tersebut.
Buku yang dikemas dengan gaya bahasa dan jalan cerita yang cukup menarik ini bolehlah dapat 3,5 bintang emas dari skala 5 bintang emas menurut saya pribadi. Alur cerita yang mengangkat kisah cinta segitiga antara nuna, rengga dan marsya ini seolahh terjadi dan merupakan kisah nyata. Meskipun saya sendiri menyadari bahwa saking larutnya saya dalam mebaca buku ini, tampak seperti cerita-cerita dalam serial drama korea yang terjadi. 

Akan tetapi, sistematis percakapan yang dituangkan  dalam buku ini sangatlah tidak monoton dan kaku. Karakter yang cukup kuat, plot yang rapi, adegan yang terasa alami, dan kejutan di beberapa bagian sebelum ending adalah kekuatan novel ini. Ria mampu menceritakan hampir semua adegan di dalamnya terasa real dan alami.

Cerita dimana kembalinya Marsya pada Rengga di ending cerita menurut saya membuat pembaca mulai bertanya, "Ini cerita kapan selesainya?" Meskipun begitu, dalam buku yang ditulis oleh Ria N. Saduri ini secara tidak langsung memberitahukan kepada pembaca bahwa segala sesuatu yang kita jalani alam kehidupan terkdang memang tidak sesuai dengan kehendak kita, namun itu tidak akan membuat kita putus asa melainkan harus membuat kita tetap semangat menjalaninya dan megungkap segala misteri yang telah disusun oleh Sang Pencipta agar kelak di ujung kehidupan kita akan memperoleh sesuatu yyang manis dan menyenangkan.

Penerbit : Gramedia
Penulis : Ria N. Badaria
Tahun Penerbitan : 2011
Jumlah Halaman : 312

Review FD5 untuk MAding BARUGA KOSMIK

Emma Bell sebagai Molly Harper
Tony Todd sebagai William Bludworth
Nicholas D'Agosto sebagai Sam Lawton
Jacqueline MacInnes Wood sebagai Olivia Reynolds
Courtney B. Vance sebagai Agent Jim Block
P.J. Byrne sebagai Isaac Turner
Miles Fisher sebagai Peter
Ellen Wroe sebagai Candice
David Koechner sebagai Dennis
Meghan Ory sebagai Morgan
Arlen Escarpeta sebagai Nathan

Siapa yang tidak kenal dengan Serial Film FINAL DESTINATION, film yang pada tahun 2011 ini meluncurkan serial ke-5nya. Serial ke-5 yang disutradarai oleh Steven Quale ini masih bercerita seputar terot-teror kematian seperti pada serial-serial sebelumnya. Jika pada serial ke-4 kemarin teror-teror kematian itu muncul dari sebuah Balapan Mobil NASCAR, di serial ke-5 ini terror-teror kematian muncul dari penglihatan pada Runtuhnya sebuah Jembatan.
Cerita berawal dari serombongan pekerja yang akan melakukan perjalanan ke Vancouver, British Island. Ketika diperjalanan mereka melewati sebuah jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan, Sam Lawton (Nicholas D’agosto) tokoh sentral dalam film ini mendapatkan sebuah penglihatan kalau jembatan yang mereka lewati saat ini akan runtuh dan mengakibatkan kematian satu persatu bagi semua yang ada di sekitar jembatan terkhusus rekan-rekan sekerjanya yang ada di atas bus yang mereka tumpangi.
Sedari awal, Sam sudah mendapatkan firasat dan perasaan yang tidak enak mengenai perjalanannya ini. Dimulai dari angin yang bertiup tidak sewajarnya, sampai ketika hendak naik bus matanya tiba-tiba tertuju langsung ke sebuah tulisan yang berbunyi “watch your step”.
Berkat penglihatan Sam tersebut, beberapa dari mereka yang ada di Bus itu selamat setelah mengikuti Sam yang turun dari Bus tersebut, termasuk Molly (Emma Bell) , mantan pacar Sam yang di ajak Sam ikut turun dengannya. Namun beberapa orang yang berhasil selamat dari kematian tersebut, tidaklah betul-betul selamat dari kematian sebab bagaimanapun kematian tidak bisa dihindari atau di curangi. Sehingga terror-teror kematian pun dimulai, dan satu persatu dari mereka akan meninggal dengan cara mengenaskan sesuai dengan urutan kematian yang dilihat oleh Sam. Terkecuali dirinya sendiri (Sam)
Ada yang unik dari serial ke-5 FINAL DESTINATION ini, tokoh bernama Coroner yang muncul di serial ke-1 dan ke-2 ini kembali muncul di serial ini. Coroner masih tetap berperan sabagai penjemput mayat atau dengan kata lain dia bekerja di tempat penampungan mayat. Munculnya Coroner ini seperti menggambarkan kalau serial kelima ini merupakan ending dari perjalanan panjang FINAL DESTINATION sejak tahun 2000.
Selain itu, dalam serial ke-5 FINAL DESTINATION ini disuguhkan bumbu-bumbu cerita yang layak untuk tidak dilewatkan. Dimana salah seorang tokoh yang bernama Peter (Miles Fiter) berubah dari teman menjadi lawan, ketika dia mulai mempertanyakan kepada Sam apakah dia atau pacarnya, Candice (Ellen Wroe), layak untuk mati. Konflik pun dimulai antar Tokoh sentral Sam dan Peter di tengah terror-teror kematian telah merenggut nyawa beberapa temannya lewat kematian yang mengenaskan itu. Ada hal yang lucu juga dalam serial ini, dimana diceritakan bahwa Coroner yang seolah mengikuti Sam dan teman-temannya setelah kematian pertama dari rekan kerjanya yang ikut turun dari bus, memberitahukan pada Sam bahwa sekalipun kematian tidak dapat dicurangi, ada satu cara agar terselamatkan dari kematian yang tertunda itu yakni dengan cara menukar tempat kita dengan orang lain yang masih hidup dan sehat atau dengan kata lain mencabut nyawa orang tersebut dengan tangan sendiri. Hal-hal di atas inilah yang menjadi bumbu-bumbu konflik yang membuat FINAL DESTINATION 5 patut untuk di tunggu-tunggu
Secara keseluruhan apabila serial ke-5 ini digadang-gadang sebagai ending dari FINAL DESTINATION, sebagai penikmat film, saya sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton.

Produksi : New Line Cinema & Warner Bross
Jenis Film : Horor Thriller
Sutradara : Steven Quale

Senin, 19 September 2011

LIFE is a struggle

There is a story that deserves our reflection together how we deal with life and struggle. At one point someone found the cocoon of a butterfly. One day a small hole appeared. He sat watching in a few hours candidates butterflies when he struggled to force himself through that little hole. Then the butterfly stopped making progress. It seems he has tried he could and he could not further.

Eventually, they decided to help him. He took a scissors and cut the rest of the confinement of the cocoon. Butterflies are out with ease. Cheerful heart because that person has let go of the difficulties suffered by the butterfly. However, the butterfly has a body was bloated and small, shriveled wings. Man continued to watch because he hopes that, at any moment, the wings would enlarge and expand to be able to sustain his body, which may be developed over time.

In fact, the butterfly spent the rest of his life crawling around with a swollen body and shriveled wings. He never could fly. What is not understandable from the kindness and haste, the individual is that the cocoon and the struggle it takes a butterfly to get through a small hole is God's way of forcing fluid from the body of the butterfly into its wings so that he will be ready to fly so he gain freedom from the cocoon.

From the story if we sometimes think of the name is a struggle that we need in our lives. If God let us live without obstacles and struggles, it may actually be crippling us. We may not be as strong as the proper needed to sustain the ideals and expectations that we ask. We probably will never be able to "Fly". Surely God is merciful and all-merciful.

There is another adage from previous poets

We are asking Strength, God gave us the difficulties to make us strong. Pleaded policy, The Lord of Life member issues to be resolved so that we grow wise.We ask prosperity , God gave us brains and power to be used completely in achieving prosperity. We ask Tenacity, God gave Disaster and Danger to overcome.We beg Love, God gives us people with problems to be saved and be loved. We Pleading for mercy / kindness, God gave us the opportunities that turns.

That's how God led us. Is if I do not get what I want, meaning that I did not get everything I need? Sometimes God does not give what we ask for, but for sure the Lord give you the best for us, most of us do not understand know, even unwilling to accept God's plan, but that's the best for us.
 
Keep fighting ... trying ... I surrender ...If that is the best then surely God will give it to us.

Be thankful because you did not have everything you want,if so, let alone to be desired.Be thankful when you do not know something,because they give you opportunities to learn. Be thankful for hard times,because at the time that you grow.Be thankful for life,because it gives you a chance to grow. Be thankful for each new challengebecause it will build strength and character.

Life is a struggle, that's where we also need a sacrifice.

What is LIFE ?

"Life is not tested is not worth living for a person", as Plato quotes the words of Socrates in his Dialogues and Apology. Actually, if someone investigate in depth the lives, he will find that the search for life is to know the meaning of life. Scientists looking at the world of science, the artists in the arts, the philosophers look at the philosophy. Whatever the interests of each person is different, but the trend is actually the same, namely to find the meaning of life itself. This shows that the soul comes into this world is for this purpose, to realize and understand the meaning of life.

Both materially and spiritually every soul is struggling for this purpose with the course of each. We can see this on the baby's behavior. Baby desire to see something, tear-nyobeknya and see what's in it, show your soul's desire to see life, to understand life. Of course, the effect and influence of life on this earth to make men drunk. And because drunk or carried away this time he becomes so carried away with itself and its own interests until he was lost and neglected by his own character. Actually most of the human desire not to look for food or comfort. The tendency is to seek the deepest understanding of life. A child will be constantly asked them, 'What is this? What is it? What all this means? "This emphasizes the constant desire to know the meaning of life, a desire that is true throughout life.

Does this have a lesson or instruction to us? Of course! It teaches us about a principle that the source and destination of the universe are one and the same, that the Creator created everything to recognize his creation. But how the Creator to see and understand His creation? Not only in the aspect of the most high and most deeply, but also through all things, God is constantly watching and understand His creation.

Minggu, 07 Agustus 2011

Belajar MEMAHAMI (Bertoleransi)


Bulan suci ramadhan atau bagi umat muslim lebih dikenal sebagai bulan puasa itu, telah berjalan 1 minggu tepat ini malam ini. Maka bagi umat non-muslim seperti saya ini, sikap toleransi antar umat beragama sangat diuji oleh Tuhan yang Maha Esa. Namun seringkali dalam usah sikap toleransi antar umat beragama di dunia, khususnya di Indonesia, selalu saja ada batu-batu kerikil yang coba mengganggu. Akan tetapi disinilah kita semua memahami apa yang terjadi.

Berbicara pengertian antaragama, kita tidak bisa melupakan sosok Karen Armstrong. Mantan biarawati asal Inggris ini dikenal sebagai sarjana yang menulis tentang abrahamic religions (Yahudi, Nasrani dan Islam). Seolah-olah, Armstrong menjadi jembatan pengertian antaragama saat ini. Armstrong adalah penulis yang menjadi perhatian dunia. Lebih dari itu, Armstrong memberikan pemahaman yang baik tentang masalah teologi dan sejarah. Kekuatan buku-bukunya, saya kira, terletak pada perspektif sejarah yang mendalam. Ini dapat dilihat dari keberaniannya memberi judul bukunya History of God (Sejarah Tuhan). Dalam buku itu, dia menguraikan secara panjang lebar, bahwa masalah ketuhanan pada akhirnya adalah perspektif kita mengenai Tuhan. Atau bisa juga disebut sebagai kepercayaan menurut istilah para sufi.

Selain itu, Armstrong menulis dengan cara yang simpatik. Penulisannya tentang Islam misalnya, sangat simpatik. Banyak orang yang sudah membaca karyanya kemudian berkomentar bahwa seharusnya Armstrong lebih kritis lagi. Armstrong malah lebih kritis menulis tentang agama Kristen. Misalnya, ketika ia membahas mengenai sejarah Trinitas. Dengan sangat kritis, dia merujuk uraian sejarah yang dalam sekali mengenai konflik-konflik kepentingan yang ada kala itu. Jadi, membaca buku-buku Armstrong memang membangkitkan kesadaran kita bahwa agama itu ada dalam sejarah. Artinya, agama selalu terlibat dalam pergumulan-pergumulan, berwujud kepentingan-kepentingan, konflik ide, dan lain-lain.

Dalam buku Sejarah Tuhan, dia ingin menegaskan bahwa dewasa ini, kepercayaan mengenai Tuhan personal sudah tidak cocok lagi. Dan itu sebenarnya sudah lama disadari agama Yahudi, Islam, dan Kristen Ortodoks. Lebih kurang, sudah terjadi seribu tahun pergulatan antara para teolog dan para mistikus yang mengkritik Tuhan personal. Namun demikian, di kalangan Kristen Barat kesadaran ini baru muncul belakangan, terutama sejak Nietzcszhe yang mengatakan Tuhan sudah mati (God is death). Sekarang, terjadi perdebatan kembali apakah konsep Tuhan personal itu masih bisa dipertahankan atau tidak.

Tuhan personal adalah penggambaran bahwa Tuhan itu seperti manusia, dalam artian memiliki pribadi. Jadi Tuhan bukan prinsip. Menurut perspektif ini, Tuhan bukan suatu yang berada di balik alam dan meliputi semuanya. Biasanya, lawan Tuhan personal adalah Tuhan yang a-personal atau impersonal. Dalam sejarah, Tuhan yang impersonal ini banyak dibicarakan oleh para sufi. Tuhan para mistikus. Dan Armstrong mengatakan, bahwa masa depan Tuhan adalan persepsi kita tentang Tuhan. Tidak ada masa depan untuk Tuhan yang personal ini. Dia menggambarkan panjang lebar pada bab terakhir bukunya, mengenai prediksi masa depan Tuhan. Menurut dia, sejauh Tuhan masih digambarkan terlalu rasional —sebagaimana dalam teologi selama ini— selama itu pula kepercayaan kita mengenai Tuhan akan mengalami krisis dan selalu dipertanyakan kembali.

Salam sejarah tuhan – Amstrong, kita akan dapatkan, bahwa agama tidak hanya berisi yang tinggi, yang baik, dan luhur atau gambaran yang indah-indah saja tentang agama. Ternyata, agama juga terlibat dalam kekerasan, pembenaran untuk membunuh sesama, bahkan terkadang agama terlibat dalam terorisme. Armstrong menguraikan itu dalam perspektif sejarah yang cukup panjang. Dimulai sejak pemberangusan kelompok Yahudi di Eropa yang diikuti fenomena hijrahnya Yahudi ke kawasan Dinasti Utsmani waktu itu. Mereka menjadi minoritas tertindas. Armstrong membuktikan bahwa agama memiliki potensi penindasan seperti itu. Maka, Armstrong menyimpulkan selama agama tidak memberi perhatian sungguh-sungguh terhadap masalah kemanusiaan, sejauh itu pula agama akan ditinggalkan dan menjadi tidak relevan.

Dalam setiap agama selalu saja ada salah paham dan prasangka atas agama lain, tiga agama (Yahudi, Kristen, Islam) yang bersumber dari bapak monotheis yang sama yaitu Nabi Ibrahim, dalam kenyataan sejarah, justru paling sering terlibat kekerasan.  Sebab, tiga agama ini lahir dengan etos profetik, agama kenabian. Ini merupakan penyebab utama kebingungan itu. Tapi, dalam perjalanan sejarah, ada istilah sosiologi yang disebut priestly religion, agama yang bersifat kependetaan. Seiring dengan bertumbuhkembangnya organized religion (agama yang terorganisasi), mulailah ada dogma, penilaian atas yang lain, kategorisasi kesesatan, anggapan kafir, klaim kebenaran (claim of truth), klaim keselamatan (claim of salvation) dan lain-lain.

Pada masa pra-modern, pemikiran tentang keabsahan yang lain, dan kemungkinan adanya persamaan jalan, menuju ketuhanan belum ada. Ini yang menjadi gagasan-gagasan pluralisme. Pluralisme merupakan gagasan yang sangat baru. Demikian juga paham toleransi. Dalam sejarah Eropa, toleransi baru muncul seiring dengan keinginan untuk menciptakan kehidupan harmonis antara orang-orang kristen. Ini baru muncul belakangan saja.

Konsep ketuhanan Armstrong yang rumit bisa menggiring pada atheisme dan tidak perlu khawatir akan menjadi atheis. dengan membaca Armstrong justeru akan menambah keimanan. demikian juga Berperang Demi Tuhan – Amstrong, mungkin akan timbul kesan lain lagi. Dari buku itu, kita akan merasakan banyaknya bahaya yang muncul bila agama terlibat dalam kepentingan-kepentingan, politik dan kekerasan. Hemat saya, buku Sejarah Tuhan jangan dibaca sebagai buku teologi, namun lebih sebagai buku sejarah. Dalam buku itu, kita akan mendapat banyak cerita tentang pencarian Tuhan. Contohnya, bagaimana orang Yahudi mencari Tuhan. Jadi dari situ, kira-kira tergambar bahwa konsep ketuhanan itu berevolusi.

Dapat dikatakan bahwa pemahaman terhadap Tuhan itu bersifat gradual karena akan selalu ada pencarian dan perkembangan. konsep ini juga bisa diterima dari sudut pandang Islam. Jadi bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Ada kontinuitas, atau kelanjutan dari nabi sebelumnya, dan ada juga perkembangan (development). Dari sini, kita akan melihat pendekatan lain, yaitu sejarah. Armstrong lagi-lagi berpesan, selagi kita ingin menggambarkan Tuhan secara rasional dan jelas, kita akan gagal total.

Tuhan adalah sesuatu yang tidak bisa dirumuskan sepenuhnya melalui rasio manusia hal tersebut benar adanya tapi manusia juga ingin berbicara mengenai Tuhan. Lalu bagaimana caranya? Manusia berbicara dengan menggunakan metafor ataupun analogi. Lantas, bila manusia tetap ingin menjelaskan Tuhan secara gamblang, dia akan terjerembab ke dalam antroposentrisme. Menurut Armstrong, Tuhan yang kita bicarakan itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya, tapi Tuhan dalam konsep kita. Dan perlu diingat, banyak konsep tentang Tuhan.

Bahwa pemahaman tentang Tuhan itu berevolusi. Sementara, umat beragama menganggap konsep ketuhanan yang mereka dapatkan dari nenek moyang mereka, jatuh begitu saja ke bumi tanpa proses. Inilah yang perlu kita pelajari dari Armstrong. Dia berusaha mengadakan kritik terhadap teologi. Dia juga mengevaluasi konsep-konsep teologi dalam perkembangan sejarahnya. Ini yang menarik,paling tidak, menjadi pelajaran bagi umat beragama bahwa agama bukan hanya indah tapi juga ada sejarahnya, konteksnya dan selalu berkembang dan juga berubah.

Memang konsep ketuhanan yang mandek bisa memunculkan klaim-klaim kebenaran. Gawatnya lagi, bila muncul pemahaman bahwa kita berbeda sehingga kita berhak untuk mendiskriminasi pemahaman ketuhanan orang lain. Dalam sejarah selalu ada yang begitu. Kalau kita amati, selalu ada doktrin bahwa jalan selamat hanya ada pada agama saya. Semua agama punya masalah seperti itu. Kalau kembalikan ke Alquran sebetulnya masalahnya menjadi mudah. Pada dasarnya, semua agama punya Tuhan yang satu dan sama. Perbedaannya, kata Alquran, terletak pada syariat, menyangkut tata cara ibadah dan lain-lain.

Pada hakikatnya, punya esensi yang sama. Karena itu, yang terpenting dewasa ini bukanlah perdebatan teologis, tapi lebih menyangkut apa makna agama untuk kehidupan. Ini yang lebih penting. Maka dari itu, Armstrong mengaitkan pentingnya relasi agama dengan kemanusiaan. Sejauh agama terlalu strike dalam menggambarkan teologi dan tidak peduli dengan masalah-masalah kemanusiaan, selama itu pula agama akan mengalami krisis. Itulah yang terjadi di kalangan fundamentalis.

Perlu adanya etos untuk belajar agama-agama lain, hal ini menyangkut problem pendidikan keagamaan kita. Guru-guru agama tidak terlatih untuk menerima dan belajar dari pemeluk agama lain. Sebetulnya, ini kembali pada kita. Kitab suci justru memberikan dorongan untuk itu, tapi belum diaktualkan. Ini yang perlu kita pelajari dari dunia modern sekarang. Bahwa pluralisme menjadi sesuatu yang tidak bisa ditolak lagi, sebab ada komunikasi dan revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih mudah dijangkau. Contohnya, kita bisa mengerti tentang agama lain dari Armstrong. Jadi tidak masanya lagi kita menganggap yang lain sesat, misalnya. Perlu ada keterbukaan.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Sepucuk RINDU dan HARAPAN untuk yang JAUH disana !

Kekasih...
            Buat kesekian kalinya aku titipkan surat ini buatmu. Begitu jua keadaan jiwa dan perasaanku. Tidak pernah reda daripada gelora cinta yang memukul pantai hati. Aku kehabisan kata untuk digambarkan betapa perasaan rindu ini buatkan aku lupa pada sesuatu. Kadang kadang aku lupa hari apakah hari ini? Kerana hatiku penuh dengan rindumu. Fikiranku penuh dengan gambaran wajahmu.
 
Kekasih…
            Aku ingin sekali menebus segala rinduku disetiap pertemuan kita. Namun, rindu lama tidak sempat terlerai telah terbeban dengan segunung rindu yang baru. Terlalu sukar untuk aku hapuskan rindu ini dari hatiku walaupun dirimu berada dipangkuanku, rinduku tetap membara. Setiap kali menatap wajahmu, setiap kali itulah rinduku semakin hangat dan cintaku semakin mekar. Betapa aku kalut dalam melayani kerenah rindu ini.
 
Kekasih…
            Adakah obat untuk menghilangkan rindu di hati ini ? Walau selalu kutatap gambar gambar dirimu, rindu ini tetap tidak mhu pulang walau beratus kali gambar gambarmu kutatap, namun begitulah aku.
            Hati lelakiku ini masih tidak mampu untuk mendepangi dugaan rindu ini. Entahlah… aku sering berdoa dan berharap agar ada suatu masa yang dapat aku lunaskan segala rindu dan dendam yang terbuku di hati ini.
 
Kekasih…
            Saat bersamamu buat aku cukup bahagia. Pujuk rayumu buat aku lupa segala keresahan dan masalah kehidupan yang aku hadapi. Ingin sekali aku berada disamping mu sentiasa. Namun keadaan tidak mengizinkan aku berbuat demikian.
 
Kekasih…
            Sekarang ini aku penat memikul janji cinta kita. Namun aku bahagia karenanya. Dan aku benar benar tidak sabar untuk menanti hari dimana rindu ini akan terbayarkan. Dan doaku, semoga Tuhan (masih )sudi untuk merahmati umur dan nyawaku sehingga ke saat itu.
             
Hanyalah dirimu kekasihku...

Senin, 01 Agustus 2011

Tidak SIAP Berpisah dengan HARRY POTTER !



Hari gini masih ada yang tidak suka Film Harry Potter ? Kalau sampai ada, sungguh saya tidak tau mau berkata apa lagi dengan orang tersebut. 

















 







Sudah 10 Tahun film Harry Potter menemani pecinta Film di seantero jagat raya ini, sejak pertama kali mengeluarkan Film perdananya pada tahun 2001 dengan judul Harry Potter and The Sorcerer sStone dan langsung dibintangi oleh tiga artis pendatang baru Daniel Radclife, Emma Watson & Ruppert Grint di usia mereka yang masih anak-anak yakni 12 tahun.

Film Harry Poter telah menjadi bagian dari kehidupan saya sejak pertama kali menontonnya, tidak pernah ada film berseri seperti film Harry Potter yang membuat saya sangat semnagat untuk menyaksikannya di Bioskop. Bahkan saya rela mengantri berjam-berjam hanya untuk mendapatkan tiket pada Tayangan Perdana (Premiere).

Maka, kalau harus berpisah atau tidak ada lagi Film Harry Potter, serasa ada yang kurang dari saya. Mungkin ini bisa dibilang berlebihan, namun itulah kenyataannya. Saya tidak pernah bosan menonton Film Harry Potter, meski saya harus mengulangnya sampai berapa kali. Bahkan, sejak film Harry Potter seri ke-5, Harry Potter and the Orde of Phoenix Di tayangkan di bioskop maka semenjak saat itu saya menyaksikan setiap serinya yang diputar dibioskop bisa sampai 3 kali. Tidak peduli apa kata orang, saya akan tetap menontonnya. Karena itu tadi, saya tumbuhh besar bersama film Harry Potter. Dengan para pemainnya yang memang seumuran saya juga, menambah kecintaan saya terhadap Film ini sampai saat sekarang tepat di Usia kami yang sama-sama 20 tahun. 

Film Harry Potter memang telah berakhir, tepat di seri ke 7 Part-2. Satu hal yang saya suka dari serial ke 7 film Harry Potter, yakni tidak ada bagian yang di potong. Semuanya sesuai apa yang ada di Novel, apa yang di tulis oleh Penulisnya, J.K Rowling, semuanya ada di Serial ke-7. Oleh karena itu, tidak salah kalau Pihak Film Harry Potter membagi menjadi 2 Part agar para penonton tidak akan kecewa dengan tidak adanya pemotongan adegan.

Dan tepat di tanggal 29 Juli 2011 kemarin, Harry Potter seri ke 7 Part-2 serentak di Putar di Bioskop-bioskop Makassar. Bahkan antrian beli tiket filmnya sudah terlihat sejak 1 hari sebelumnya, saya sendiripun mengambil bagian dalam mengantri tiket 1 hari sebelumnya. Saya rela bangun pagi-pagi hanya untuk menyaksikan akhir dari film favorit saya ini, meskipun saya sudah tahu endingnya karena sudah membaca habis novenya sejak lama. Namun, akan terasa kurang kalau tidak menyaksikan secara visualnya juga. Maka tidak  tanggung-tanggung saya membeli tiket dengan kualitas 3D, agar efek-efeknya akan berasa.


“It all ends here” , ya seperti itulah juga filmnya. Semuanya berakhir disini dengan penuh rasa kepuasan para pengunjung ataupun penonton. Tidak ada satu partpun yang terlewatkan oleh saya. Dan dengan genapnya 8 tahun film Harry Potter di seri Ke-7 Part-2, film Harry Potter telah berhasil mencetak Box-Office untuk kesemua serinya, bahkan 3 diantaranya masuk dalam 3 film terlaris.

Minggu, 31 Juli 2011

A Story in Dutungan Island

Adalah Fitrini, yang mengajak saya untuk berlibur sejenak di sebuah pulau yang indah nan-eksotik. Fitriani adalah salah seorang teman saya di bangku SMA dan sudha menjadi sahabat saya selam hamper 5 tahun ini. Namun ide untuk liburan ini sebenarnya dicetuskan oleh salah seorang teman saya lainnya, Wawa. Akan tetapi, meskipun dia adalah pencetus pertama kali, namun pada hari keberangkatan ia berhalangan hadir dan tidak jadi ikut karena satu dan lain hal. Meskipun begitu, semangat menggelora di diri saya dan teman2 tidak surut untuk tetap menuju pulau Dutungan.
Tepat tanggal 26 Juli 2011 kemarin, pukul 11 WITA kami berangkat menuju Pulau Dutungan dengan menggunakan sebuah Angkutan Umum sampai akhirnya tiba di Dermaga di sebuah perkampungan, kabupaten Barru.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan sebuah perahu untuk menyebrang ke Pulau Dutungan.




Setelah menginjakkan kaki di Pulau Dutungan, kami langsung di sambut oleh hamparan pasir putih dan serpihan kecil batu-batu karang yang sengaja di tabur oleh penjaga pulau. Dutungan adalah sebuah pulau yang berada di tengah hamparan pantai yang menuju kelaut. Keindahan alam yang dimiliki Pulau Dutungan, bukan hanya sekedar pasir putih namun pantainya yang cantik dan indah berwarna Hijau dan Biru sangat memanjakan mata kami semua. Udara sejuk dari pepohonan yang rimbun di sekitar pulau, membuat diri semakin nyaman untuk berlibur disana.



          (Photo taken by Irwanda Wira Saputra)
Liburan ini sebenarnya dimaksudkan untuk Reuni kecil-kecilan saya dan teman-teman SMA saat duduk di Bangku kelas 3, EXAPAT. Itulah kami, namun sayangnya hanya beberapa orang yang bisa dating. Sekebihnya sibuk dengan perkuliahan dan juga ada yang pulang kampung berhubung Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi. Meskipun begitu, liburan tetap menyenangkan, setelah berbulan-bulan disibukkan oleh perkuliahan, berjibaku dengan panasnya Kota Makassar yang semakin hari semakin macet.



Begitu banyak kesenangan yang didapat saat di Dutungan, namun semuanya sempat terganggu dikarenakan saya dan salah seorang teman tersengat Ubur-Ubur ketika berenang di pantai. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena seabrek kegiatan yang menyenangkan bersama teman-teman dapat mengalihkan perhatian saya dari rasa gatal akibat sengatan tersebut.





Begitu banyak aktifitas yang dilakukan di Pulau Dutungan, dari berenang, bakar-bakar ikan, bakar-bakar ayam, bakar-bakar jagungm sampai bakar Api Unggun sambil tidur di hamparan pasir putih dann menikmati Hamparan langit yang luas dipenuhi bintang-bintang. Hal-hal seperti inilah yang bisa membuat saya melupakan kesibukan dan masalah yang menumpuk di Ibu Kota.















Pulau Dutungan memang, tidak begitu jauh dari hiruk pikuk kabupaten setempat. Karena tepat di seberang pulau kita sudah bisa melihat hamparan Kabupaten Barru yang panjang, lengkap dengan lalu lalang mobil ataupun motor-motornya. Satu hal juga yang menjadi daya tarik tersendiri, karena vila yang disediakan di Dutungan, harganya termasuk dapat di jangkau. Cuman 200.000,- kita sudah bisa mendapatkan penginapan dengan ukuran yang lumayan besar dan kamar mandi didalam, serta makanan-makanan yang di sediakan di Kafetaria Villa, juga harganya sangat bersahabat. 

What a quality time with friends in Dutungan Island.

Rabu, 20 Juli 2011

Untuk (Alm) Pak Maming


“Jangan harap kalian semua akan lulus, kalian terlalu kurang ajar untuk seorang anak sma. Tidak menghargai guru kalian sendiri, tidak bisakah kalian sepeti anak kelas XII IA 2 ? Mereka itu sudah nilai-nilai tugasnya bagus, juga sangat hormat dengan guru mereka. Tidak akan jadi berkah nantinya, kalau guru kalian terlanjur sakit hati.”

“Kalian tahu mengapa kakak kelas kalian yang duduk di Kelas Bahasa tahun lalu hampir semuanya tidak lulus ? Itu karena tidak berkah juga, mereka terlalu memandang enteng guru-gurunya. Hasilnya pas Ujian akhir sekolah, tidak ada yang lulus satupun, biarpun mereka diluluskan di Ujian Akhir Nasional.”

“Setinggi apapun nilai Ujian Akhir Nasional kalian, namun kalau kalian tidak lulus di Ujian Akhir Sekolah, sama saja nol besar. Apa kalian mau seperti mereka juga ? apa kalian semua tidak mau lulus ? Tolong diingat baik-baik kata-kata saya tadi, terima kasih selamat siang.”

Masih begitu jelas kata-kata dari (alm) pak maming, bahkan sampai sekarang tidak bisa saya lupa meskipun 3 tahun telah berlalu. Ya, itulah terahir kali saya melihat guru saya tersebut marah kepada saya dan teman-teman saya. Beliau telah berpulang, hari ini (rabu, 21 juli 2011) adalah hari keempat kepergian beliau. Tidak begitu banyak sebenarnya kenangan saya bersama beliau, ayahanda dari teman saya, dayat, adalah guru PKN saya ketika di bangku kelas 3 sma. Tak jarang kami membuat beliau marah ketika mengajar dikelas, seringkali kami membuatnya keluar dan berhenti mengajar sebelum bel pelajarannya berakhir.

Ya, itulah kelas XII IA 4. Kelas yang bagi beberapa guru merupakan kelas IPA yang paling hancur dan bobrok pada tahun itu. Kenakalan dan kebandelan kami, terkadang membuat beberapa guru gerah dan malas untuk mengajar, bahkan wali kelas kamipun, ibu rosdiana sadar akan hal tersebut bahwa kami memang susah untuk diatur.

“Kalian terlalu banyak main, terlalu banyak bercanda, selalu saja gaduh ketika jam pelajaran di kelas. Apa kalian tidak takut kalau nantinya kalian tidak akan berhasil, ingat guru-guru kalian disini adalah pengganti Kedua orang tua kalian yang ada dirumah.” Kata ibu Rosdiana.

Tak jarang saya dan beberapa teman saya kelewatan dalam menjahili (alm) pak Maming, seringkali kita tidak memperhatikan apabila beliau menjelaskan dengan membuat kegaduhan. Namun ketika beliau sudah balik, kami akan diam kembali seperti tidak ada kegaduhan yang terjadi sebelumnya. Bahkan terkadang kami melempar ke arah beliau sebuah kumpualn kertas kecil, ataupun mentertawai gaya khas beliau mengajar. Meskipun begitu, beliau tetap mau mengajar dengan andil itu sudah mandate dan kewajiban yang diberikan oleh sekolah.  Dengan alasan tidak mau hanya makan gaji buta, beliau tetap masuk di kelas dan memberikan materi. Namun saya yakin, apabila beliau diberikan pilihan, pasti beliau tidak mau mengajar di kelas kami.

Namun, terkadang kami sadar bahwa apa yang kami lakukan itu salah. Tidak jarang kami meminta maaf atau, beneran serius mendengarkan dan mengikuti jalannya Proses Belajar Mengajar. Tapi itu tidak bertahan lama, apabila ada satu orang yang memancing kegaduhan maka semuanya diluar kendali lagi.

Sekarang, hanya penyesalan dan kata maaf yang bisa terucap. Air mata mungkin sudah kering untuk menangisi kepergian beliau, rasa shock dan seolah tak percaya ketika mendapat kabar bahwa beliau telah tiada bagaikan petir di siang bolong. Namun satuhal yang saya yakinkan, bahwa beliau tetap selalu mendoakan yang terbaik buat kami (murid XII IA 4) semua. Pada saat perpisahan, beliaulah yang menangis duluan ketika berjabat tangan dengan kami. Mata yang berkaca-kaca tampak dari wajah beliau, kata maaf dan pelukan serta ciuman di tangan untuk beliau seolah menggambarkan rasa bersalah kami semua. Dengan hasil kelulusan yang kami dapat semua,  kami yakin bahwa ada campur tangan dan doa dri beliau yang selalu bersama kami. Karena meskipun beliau memarahi kami, itu semua demi kebaikan kami juga. Beliau ingin meihat kami semua berhasil.

Terima kasih pak, maafkan atas segala kesalahan kami. Selamat jalan pak, semoga jasa-jasa dan kebaikan bapak aka berguna buat di kehidupan kami kelak. Nanti, disaat kami dewasa semua, nasihat-nasihat yang dulu sering keluar dari mulut bapak, semoga bisa kami jalankan sampai kami menjadi orang yang sukses seperti yang bapak harapkan.

Sekali lagi selamat jalan pak.

Minggu Pagi di Victoria Park


Jenis Film : Drama
Produser : Sabrang Mowo Damar Panuluh, Dewi Umaya Rachman
Produksi : Pic[k]lock Production
Pemain : Lola Amaria, Titi Sjuman, Donny Alamsyah, Imelda Soraya, Permatasari Harahap
Sutradara : Lola Amaria
Penulis : Titien Wattimena  
“TKI tersebar di 30 negara menyumbang pemasukan bagi Negara total di tahun 2009 US $ 6.615.718.900,56”

“Jumlah TKI yang bekerja di luar negeri sekita 8.739.046. Jika masing-masing menanggung 5 orang anggota keluarganya di kampung halaman makan lebih dari 4ojuta jiwa peduduk Indonesia menggantungkan nasibnya pada mereka, Setara dengan 5 kali penduduk Jakarta”

“97,25 TKI di luar negeri adalah perempuan, Jika separuhnya adalah ibu rumah tangga yang memiliki  2 orang anak, maka ada sekitar 8,5juta anak Indonesia yang tidak merasakan dekapan ibunya”

“Lebih dari 4,2 juta keluarga yang menggantungkan hidupnya pada anak perempuan ataupun istrinya yang bekerja sebagai Tenaga kerja di luar negeri”

“66% tenaga kerja Indonesia di luar negeri bekerjja di sector informal, nyaris semuanya adaah perempun yang bekerja sebagai PRT”


Minggu Pagi di Victoria Park adalah sebuah film yang  mengangkat cerita para "Pejuang Devisa" yang dikemas berbeda tanpa memperlihatkan kekejaman-kekejaman para majikan seperti Kisah "Pejuang Devisa" yang sering ada di berita-berita. Film ini diproduksi sekitar tahun 2010 kemarin, dan baru tadi malam saya bisa menyaksikannya langsung lewat DVD saya. Film ini sendiri disutradarai langsung oleh pemain utamanya Lola Amaria, dengan naskah yang dibuat oleh Titi Watimena.

Film ini bercerita tentang perjuangan seorang kakak untuk mencari adiknya di negeri orang karena disuruh oleh sang bapak. Adalah mayang (lola amaria), sang kakak yang terpaksa berangkat ke hongkong setelah didaftarkan oleh bapaknya sendiri untuk menjadi TKW sekaligus mencari adiknya yang sudah setahun belakangan menghilang dan tidak ada kabar. 

Mayang yang sebelumnya hanya seorang pekerja sawah dan seolah dianak tirikan oleh bapaknya, sukardi, ini terpaksa meninggalkan kampung halaman dan ibunya, lastri. Mayang selalu dibedakan ataupun merasa berbeda dari adiknya, sekar (Titi s tjuman) yang selalu disayang sama bapaknya, dimanja, bahkan selalu menjadi pusat perhatian untuk anak laki-laki di kampung. Dari kecil sekar sudah menjadi anak emas, sampai besarpun itu tidak berubah. Bahkan semenjak dia bekerja sebagai TKW, dia tambah disayang oleh bapaknya. Dipuji dan disanjung terus, karena setia bulanya sering mengrimkan uang, bahkan berkat gajinya sebagai TKW, bapaknya bisa kredit motor, beli sawah, dan membangun rumah.

Lain halnya dengan mayang, yang seolah tak dianggap dan tak disayang. Tak jarang bapaknya selalu membanding-bandingkannya dengan adiknya, bahkan sampai adiknya sudah di hongkongpun, bapaknya selalu menjatuhkannya di depan tetangga.

Penuh dengan ketidak tahuan dan rasa ketakutan ia belajar dan bekerja sekaligus bertahan hidup di keluarga dan Negara yanag sangat asing baginya dengan tujuan menemukan dan membawa pulang adiknya sertamenunjunkkan ke bapaknya bahwa ia juga mampu kasih uang untuk keluarga.

Namun, apa yang dia dapat disana justru sebaliknya. Adiknya yang selama ini dibangga-banggakan oleh bapaknya ternyata hanyalah seorang TKW yang tidak berhasil. Dia bahkan jadi orang  yang dicari dan tidak bisa keluar dari hongkong karena terlilit utang dimana-mana. Bahkan di salah satu tempat peminjaman uang, utangnya sangat besar, yakni 15.000 dolar hongkong. Bahkan sekar rela melakukan apa saja untuk mendapatkan uang, dari menjadi gading penghibur, pembantu di warung, mengurusi orang tua jompo sampai menjadi pelacur. Mayang tidak menyangka adiknya jadi hancur kayak begitu, untung ada temannya, Sari (Imelda Soraya) yang selalu membantu dan menghiburnya.

Beberapa waktu berjalan, konflik terjadi antar beberapa tokoh dan dalam beberapa kehidupan dari tokoh-tokoh yang ada di film ini. Sampai akhirnya mayang memiliki kekasih, Vincent (Donny Alamsyah). Vincent yang kemudian membantu pencarian sekar. Berbekal info dari para TKW, dan bantuan dari Bapaknya TKW, Gandhi (Donny Damara), sekarpun berhasil ditemukan. Namun sekar ditemukan dalam keadaan menyedihkan, dimana dia mencoba membunuh dirinya dengan mengiris urat nadi pergelangan tangannya.  Untungnya, mayang berhasil  memaksa adiknya untuk melepaskan gunting dan berjanji akan menolongnya.

Oh iya, mas Gandhi adalah pengurus TKW-TKW di hongkong, dia bideri julukan sebagai bapaknya para TKW karena dialah yag mengurus apabila anak-anaknya (TKW-TKW) ada yang bermasalah. Dia sangat menyayangi TKW dan selalu berusaha membuat prara TKW betah dalam bekerja sampai akhirnya di ketemu dengan sekar dan timbulah konflik.

Mungkin Minggu Pagi di Victoria Park akan dinilai sebagai sebuah film yang hanya mampu bercerita sebagian kecil mengenai kehidupan para TKW Indonesia di luar negeri, khususnya Hong Kong. Tentu saja, masih banyak kehidupan TKW Indonesia yang lebih menderita daripada kehidupan yang dialami baik Mayang maupun Sekar. Beberapa kelemahan masih tampak di beberapa bagian. Walau begitu, secara keseluruhan, Minggu Pagi di Victoria Park adalah sebuah film dengan kualitas yang amat langka ditemukan di negara ini dalam beberapa tahun terakhir.

Sedikit tambahan, Minggu Pagi di Victoria Park berhasil menggugah perasaan saya mengenai arti dari sebuah perjuangan itu sendiri, dan dari film ini saya berhasil menemukan arti sedih dan bahagia. Terkadang kita menganggap bahwa diri kita ini yang paling menyedihkan dan punya banyak masalah, namun kenyataannya diluar sana masih jauh lebih banyak yang menyedihkan atau mendertita dan memiliki banyak masalah. Kita hanya larut dalam kesedihan dan keterpurukan, bukannya berjuang dan menata semua kembali dari awal. Satu hal lain yang saya dapatkan, bahwa meskipun bioskop-bioskop sekarang di penuhi film-film yang tidak masuk diakal tapi pasti akan ada satu film diantaranya yang bermutu. Minggu Pagi di Victoria Park contohnya. Lola berhasil membuat Minggu Pagi di Victoria Park menjadi sebuah tayangan drama yang sangat efektif dan mengesankan.


 

Ber-Twitter ria dengan BIJAKSANA !

Di tahun 2011 ini, tepat pada bulan juli ini salah satu microblogging yang sedang berkembang dengan pesat, twitter genap berusia 5 tahun. Pada usianya yang ke 5 ini, microblogging twitter berhasil meraup pencapaian dengan 200 juta akun yang sudah terdaftar. Hal ini merupakan pencapain yang cukup sukses untuk kalangan pemula dalam jejaring sosial dan sudah tercatat sampai 5 tahun ini ada 350 Milyar tweet setiap harinya yang dihasilkan. Suatu angka yang bisa dibilang FANTASTIS, namun ada yang perlu di ulas dari sekian banyaknya tweet yang dihasilkan.

Hal ini berhubungan dengan penggunaan "RT" & "Replay" di twitter, beberapa sekitar setahun yang lalu sempat booming isu "Pro-Kontra" tentang penggunaan aplikasi "RT" yang berlebihan oleh user. Padahal sudah banyak media-media internet yang memberikan penjelasan dalam penggunaan SECARA BENAR "RT" & "Replay", bahkan saya sendiri secara pribadi selalu mengajak teman untuk BIJAK dalam ber-twitter. Sebab, saya sendiri terkadang gerah melihat TIMELINE saya apabila dipenuhi oleh tweet-tweet yang "RT-Abuser".

Pihak twitter sendiri melarang dengan tegas punggunan"RT" yang berlebihan yang digunakan bukan sesuai kegunaannya, hal ini dapat dilihat di The Twitter Rules . Oleh karena itu, sedikit saya akan memberikan penjelasan penggunaan "RT" maupun "Replay" yang benar berdasarkan pengalaman saya semenjak menggunakan microblogging twitter sejak agustus 2009.

Penggunaan Replay :
"Replay" adalah aplikasi yang disediakan twitter untuk menjawab setiap tweet/mention dari user.
Misalnya :

Ilham Wardhana
in reply to 
Denny Pratama
itu dipakai pas nikahan sepupu saya cung, hari minggu kemarin. Biasa, itukan pakai ada bugis. Kerenkan ? :D
 
Atau apabila tweet/mention yang mau dibalas sudah lebih dari satu hari, maka sebaiknya kita menuliskan (Re : judul balasan tweet), misalnya :
 
LiLy SukRiana
@
in reply to  
Denny Pratama
nabung ? yaoloh, nantilah kalau begitu. soalnya menabungnya pasti u/ yg penting dulu. Peace (Re : Menjenguk)
 
Sedangkan penggunaan "RT":
"RT" atau "Re-tweet" dimaksudkan untuk apabila kita menyukai tweet seseorang dan menurut kita itu perlu dibagi dengan followers kita tanpa dikira mencuri, namun yg yg sering terjadi malah tidak sesuai karena beberapa orang menganggap "RT" itu adalah " Replay-Tweet" padahal itu sama sekali salah, contoh kasus yang salah :
aulia nadia rachmat
mangkel ko,,  ввm aktif gg? ": Lah,kok ngambek": pulang ajah sana ke plumpang, terusin ajah nyuekin aku,,"
 Tweet diatas barusan tidak sesuai dengan  The Twitter Rules , karena penggunaan "RT" yang benar bisa dilihat di atas lagi pada penjelasan "RT", contoh kasus yang benar :

Finthya Syamsuddin
RT : Ada 1 voucer pulsa Rp 100.000,- buat kamu.syarat cuma RT promo ini & sdh mjd followers. Malam ini pkl 23.30 diumumkan.
Tweet diatas barusan adalah contoh yang benar dalam penggunaan "RT".

Akan tetapi ada satu contoh kasus (tweet) yang menggunakan "RT" namun masih bisa dibenarkan, misalnya :
 
robby purba
INI BARU CONTOH BAIK! RT Cukup 8 jam ber AC2an ria dikantor..kulit aku keringg jadinya.. matiin ACkamar#
Tweet diatas dapat dibenarkan, apabila hanya dimaksudkan untuk mengomentari tweet dari @LoovelynaCherii . Namun u/ selanjutnya apabila ada balasan u/ komentar kita, maka yang harus digunakan selanjutnya adalah "Replay".

Semoga penjelasan mengenai penggunaan "RT" & "Replay" bisa membuka mata kita untuk bertwiter dengan benar, karena apabila kita menggunakan "RT" dengan berlebihan maka setiap tweet yang kita update dengan "RT" itu akan terbaca oleh semua followers kita (padahal belum tentu followers kita ingin mengetahuinya, bahkan yang lebih parah kita bisa dilaporkan sebagai spam oleh followers kita). Bukankah lebih baik kalau kita menggunakann "Replay" , karena tahukan kalian keuntungan dari "Replay" itu sendiri adalah tweet yang kita update tidak akan terbaca oleh followers kita apabila mereka tidak follow kita berdua (saya & user yang kita temani "replay-replay"an).

Namun disamping itu, kasus yang paling menjadi MOMOK besar bagi saya pribadi adalah kasus seorang user yang minta akun twitternya "Di follow-balik". Misalnya :

Singgih Biadhi
follow balik dong ..hehe.. thanks bro..
 
Padahal tidak ada aturan yang menjelaskan bahwa apabila seseorang follow kita, maka kita harus follow dia juga. Meskipun itu teman sekaligus yang minta "Di follow-balik". Sebab, dalam jejaring microblogging twitter, kita nge-follow seseorang itu karena menurut kita tweet-tweet yang dia update itu sangat berguna dan bermaanfaat, atau dalam kasus kedekatan/perteman kita nge-follow teman itu karena kita mau bukannya karena ada unsur paksaan atau minta "Di follow balik". Karena dalam kasus seperti itu, sudah dapat dipastikan mereka hanya mau mencari followers saja. Mending tidak usah follow kita, daripada nanti ketika minta "Di follow-balik" namun ternyata user yang "Di follow-balik" itu tweet-tweet yang diupdate tidak bermanfaat atau hanya seorang "RT-Abuser bisa-bisa yang terjadi adalah "UNFOLLOW".
Sebab di twitter itu, kita bebsa untuk FOLLOW/UNFOLLOW seseorang.

So, mari kita Ber-twitter dengan BIJAK dan BENAR :)


Rabu, 06 Juli 2011

Menghemat Batterai Blackberry

Sebagai SMARTPHONE, Blackberry hadir memenuhi kebutuhan pengguna ponsel diseluruh dunia. Berbagai aplikasi yang disediakan sangat menguntungkan dan memundahkan penggunanya dalam melakukan apapun, baik itu dari segi Pekerjaan, Hiburan, dan Internetan. Apalagi dengan adanya BBM (BlackBeery Messanger) yang mempermudah kita dalam berkomunikasi antara satu sama lain.

Akan tetapi, sebagai SMARTPHONE sudah menjadi rahasia umum bahwa kendala utama untuk semua SMARTPHONE terletak pada batterainya yang bisa dibilang cukup boros. Oleh karena itu, saya akan berbagi sedikit tips menghemat batterai berdasarkan pengalaman pribadi saya menggunakan Blackberry. (kebetulan saya menggunakan Blackberry Tipe ONYX 2)

Tips menghemat batterai :
1. Provider, Pilih provider atau operator yang jaringannya stabil. Karena sebagai smartphone, apabila sinyal   kurang bagus/stabil blackberry akan terus mencari sinyal agar aplikasi yg terbuka tetap terupdate. Hal seperti inilah yg akan sangat menguras batterai.
2.Anda bisa berhemat melalui di aplikasi pengaturan, pengaturan sound, pengaturan network & connection, dan pengaturan display.
Pada pengaturan sound, penggunaan profil disesuaikan seminimalisir mungkin. Apabila sdh mengaktifkan Ringtone, sebaiknya lampu LED dan getaran tidak usah diaktifkan. begitupun sebaliknya.
Pada pengaturan network and connection, apabila blackberry anda mensupport 2G & 3G, sebaiknya gunakan salah satu saja. Bluetooth dan Wi-Fi sebaiknya dinon-aktifkan apabila tidak depergunakan.
Pada pengaturan display, gunakan tema atau wallpaper yg sederhana saja, tidak perlu ada unsur animasi didalamnya. Untuk backlight brightness gunakan 10% saja, dan untuk backlight timeout gunakan 10second saja.
3. Pada malam hari atau ketika sudah ingin tidur, ada baiknya profil silent pada blackberry anda diaktifkan agar mengurangi aktifitas pada sound dsbgnya. Bahkan kalau perlu, blackberry di turn-off kan saja. Nanti ketika bangun di pagi hari baru nyalakan kembali.
4. Penggunaan aplikasi yg berlebihan sebaiknya dikurangi, apabila sedang tidak digunakan sebaiknya di exit saja. Karena apabila tetapi aktif maka secara otomatis blackberry anda akan terus mengupdate semuanya dan ini akan menguras kinerja batterai. Bahkan, apabila ada aplikasi yg tidak terlalu diperlukan, sebaiknya dihapus saja.
5. Penggunaa aksesoris pada blackberry sebaiknya yang original atau yang direkomendasikan oleh BerryIndo , seperti sarung peindung dll. Untuk batterai, disarankan agar memiliki batterai cadangan. namun batterainya harus sesuai rekomendasi BerryIndo serta gunakan charger-desktop terpercaya untuk dibawa kemana-mana agar bisa men-charge batterai yg satunya apabila sudah habis.
6. Penggunaan batterai cadangan sangat disarankan, namun ada hal yang mesti diperhatikan yaitu penggunaan batterai cadangan jangan terlalu sering/aktif sebab pencabutan batterai terlalu sering itu sendiri akan menguras kemampuan dan kinerja nya. Gunakan sebijak mungkin.
7. Terkahir dan menurut saya yang paling penting, banyak orang yang biasanya menggunakan Charge-Portable, namun harus diingat bahwa penggunaanya jangan terlalu sering karena akan membuat batterai menjadi bocor. Sesekali atau dua kali seminggu bisa, yg jelas gunakan sebijak mungkin. Serta, apabila dirumah dan menggunakan charger kabel yang disambung di listrik, ada yang harus diperhatikan yakni apabila sedang dicharge kalau bisa jangan sambil digunakan. Sebab pada umumnya, dicharge itu maximum 2,5 jam. apabila sementara dicharge dan digunakan sedangkan sudah lewat lebih dari 2,5 jam dicharge, maka siap-siap saja untuk batterainya rusak/bocor secara perlahan.
Maka dari itu, SAYANGI Batterai Blackberry anda. Gunakan dengan sebijaksana mungkin :)